.

.

Jumat, 19 Juni 2015

Pencak Silat Gagal Capai Target

PIMDA197TS -  Pencak silat gagal memenuhi target empat medali emas pada SEA Games XXVIII/2015 Singapura, setelah pada final cabang olah raga tersebut di Singapore Expo Hall 2, Minggu (14/6/2015) para atletnya hanya bisa meraih medali perak.
Pada final pertama atlet pencak silat Indonesia yang diharapkan bisa mendulang medali emas Awaluddin Nur justru gagal memenuhi target, setelah dikalahkan oleh pesilat Vietnam Diep Ngoc Vu Ming dengan skor telak 5-0, pada nomor kelas A.
Hal yang sama juga dialami pesilat putri yang juga menjadi andalan Jawa Barat pada PON XIX/2016 nanti yaou Wewey Wita. Wewey yang tampil impresif saat menghadapi pesilat Vietnam Hoang Thi Loan, pada nomor tanding kelas C.
Sejak ronde pertama kedua pesilat mencoba untuk menuai poin melalui pukulan dan kuncian. Namun, Wewy yang merupakan juara dunia pada kejkuaraan di Thailand tahun 2014 ini beberapa kali dirugikan oleh keputusan wasit dan juri.
Wewey yang bisa memukul dan melakukan kuncian beberapa kali justru tidak mendapat poin, bahkan poin justru bertambah untuk pihak lawan. Begitu juga ketika dia mencoba bantingan, wait malah mengeur dia.
Hasilnya konsentrasi Wewey sempat buyar akibat keputusan tersebut, hingga pada satu menit terakhir ronde ketiga Hoang Thi Loan dapat menambah poin setelah bsia memukul dan mengunci wewey. Juri pun memberikan skor 5-0 bagi pesilat Vietnam, hingga akhirnya Indonesia kembali harus puas meraih medali perak.
Dengan hasil tersebut tim Pencak Silat Indonesia baru meraih 2 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu. Indonesia sendiri masih memiliki peluang satu final pada tanding kelas H melalu pesilatnya Tri Juanda Syamsul Bahar yang akan berhadapan dengan Muhammad Robial sobri asal Malaysia.
Manajer Pencak Silat Indonesia Taslim Azis mengatakan, dirinya tadi sempat memberikan masukan kepada technical delegate mengenai peraturan pertandingan terutama mengenai keputusan wasit yang baru saja diturunkan pada SEA Games.
“Tadi bisa kita lihat setiap kali Wewey melakukan kontak termasuk tendangan, justru Wewey tidak mendapatkan poin malahan skor diberikan kepada Vietnam, ini sangat terlihat aneh. Saya mengakui target medali kita tidak masuk, dan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi PB IPSI termasuk banyak hal yang harus dilakukan salah satunya adalah sistem penilaian komputerisasi saat ini,”katanya.
Mengenai sistem penilaian, Taslim mencontohkan cabang olah raga karate dan taekwondo yang sudah menggunakan sistem komputerisasi otomatis. Sementara pada pencak silat masih menggunakan komputerisasi manula, yaitu juri menilai melalui tombol yang telah disediakan.
“Kemungkinan penilaian ini akan masuk kedalam evaluasi tidak hanya PB IPSI tapi juga Persilat. Kerana pengurus Persilat saat ini masih baru, kemungkinan aturan tersebut baru akan diterapkan pada Asian Beach Games atau palingtelat SEA Games 2017 di Malaysia,” katanya