.

.

Jumat, 19 Juni 2015

Emas seni gerak pencak silat Indonesia lepas

PIMDA197TS - Tim pencak silat Indonesia harus rela melepas medali emas pada nomor pertandingan seni gerak tunggal putra SEA Games 2015 setelah pemenang pertandingan ditentukan penilaian kebenaran gerak saat terjadi nilai sama. 

Pada pertandingan yang digelar di Hall 2 Singapura Expo, Rabu, terjadi perolehan nilai sama antara atlet Indonesia Sugianto dengan atlet Vietnam Quang Trung Hoang yakni 459. 

Penentuan medali emas nomor itu ditentukan dengan hasil penilaian kebenaran gerak dimana atlet Vietnam lebih unggul 293 sedangkan Sugianto kalah tipis 292. Sehingga medali emas menjadi milik Vietnam dan perak menjadi hak Indonesia. 

Sementara itu atlet tuan rumah Singapura Muhamad Iqbal Abdul Rahman meraih medali perunggu dengan nilai 462. 

"Hasil ini sangat menyesakan karena harus ditentukan dengan penilaian kebenaran gerak, Hasil ini mutlak meski seorang wasit menyatakan sempat mengalami masalah saat memijit tombol penilaian saat atlet Vietnam berlaga," kata Manajer Tim Pencak Silat Indonesia Taslim Azis. 

Kegagalan nomor tunggal putra mempertahankan medali emas yang diraih di SEA Gamea 2015 itu mengakibatkan tim silat Indonesia harus bisa mendulang emas dari nomor potensial lainnya. 

Pada pertandingan seni gerak yang digelar pada hari pertama pertandingan pencak silat itu, Sugianto turun pada kesempatan kedua setelah atlet Vietnam Quang Trung Hoang. 

Setiap peserta wajib membawakan gerakan seni pencak silat yakni tuuhj jurus tangan kosong, tiga jurus golok dan dua jurus toya. 

Pesilat dari perguruan Pamur Madura yang kini berstatus atlet DKI Jakarta itu tampil dengan baluta pakaoan hitam, tampil apik memainkan tiga jurus dalam tempo tigha menit itu dan mengumpulkan nilai 464 sama dengan Quang Trung. 

Juri sempat melakukan diskusi untuk mengumumkan pemenang, bahkan terjadi beberapa kali salah menyebut angka yang diraih atlet sehingga dikoreksi lagi. Akhirnuya diputuskan pemenang berdasarkan kebenaran gerak. 

"Bila sudah ditetapkan dengan kebenaran gerak itu mutlak, namun peerrangkat nya itu ada yang sempat eror sehingga berpengaruh pada penilaian," kata Taslim. 

Sementara itu Sugianto menyatakan ia sudah berusaha maksimal untuk meraih emas, namun ia hanyua bisa pasrah dengan hasil akhir yang harus ditentukan oleh nilai kebenaran gerak. 

"Seusai bertanding saya tak lihat nilai, dan hasil ini tak boleh jadi kecewa karena saya sudah berupaya tampil yanh baik, dan saya rasa gerakan saya itu sudah sesuai dengan latihan yang saya jalani," katanya. 

Bahkan ia mengaku dalam beberapa gerakan ia melalukan dengan baik di jurus tangan kosong, golok maupun toya. 

"Jurus golok paling sulit, meski saya rasa sudah melakukan gerakan yang pas," katan Sugianto menambahkan.